Johansyah Ibrahim, seorang pemuda Indonesia yang sedang belajar ilmu PR (Public Relations) di University of Leeds, Inggris, tak pernah menyangka keputusannya untuk datang ke London melihat prosesi pemakaman Putri Diana Spencer bersama beberapa teman kampusnya, akan menjadi titik balik dalam kisah cinta dan mengubah jalan hidupnya selamanya.
"Romo Mangunwijaya pernah prihatin dengan mengatakan bahwa generasi kita lebih bodoh dari generasi Soekarno-Hatta. Kita tentu tahu, betapa gilanya Soekarno muda terhadap buku, begitu juga dengan Hatta muda. Kemudian jika ditarik kesimpulan, maka dengan buku (baca: membaca) adalah kendaraan Soekarno dan Hatta untuk menjadi penulis dan pemikir hebat yang bisa menggentarkan Penjajah. Mereka telah …