Text
Laporan Magang : Yayasan Pesantren Tahfidz Ar-Rasyid Cibinong
Inflasi diakui ekonom sebagai masalah ekonomi. Fluktuasi inflasi dengan
pengulangan krisis ekonomi menunjukkan akar masalah inflasi yang belum
terselesaikan. Penerapan sistem ekonomi Islam dalam bentuk sistem keuangan
ganda di negara Muslim menunjukkan perlunya peninjauan determinan inflasi di
negara bersistem keuangan ganda dengan menyertakan pendekatan Islam
disamping pendekatan konvensional. Penelitian ini menganalisa determinan
inflasi Malaysia, Indonesia dan Pakistan menggunakan metode Vector Auto
Regression dan Vector Error Correction Model (VAR-VECM), dengan data
bulanan time series dari tahun 2007-2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
determinan utama inflasi Malaysia model konvensional adalah volatile food, yang
diikuti uang fiat, dan fractional reserve banking (FRB). Determinan utama inflasi
Indonesia model konvensional adalah administered price yang diikuti dengan
suku bunga dan korupsi. Dan determinan utama inflasi Pakistan model
konvensional adalah faktor moneter (uang fiat, fractional reserve banking dan
suku bunga). Korupsi berpengaruh pada inflasi Malaysia dan Indonesia. Korupsi
sebagai salah satu larangan Allah terbukti membawa kerusakan jika terus
bertambah. Variabel IM (Islamic Money) memiliki kontribusi besar pada model
Islam di ketiga negara. Variabel Islam yaitu profit loss sharing mengurangi inflasi
Malaysia dan emas mengurangi inflasi Indonesia serta Pakistan. Bagi negara yang
menggunakan sistem keuangan Islam dapat terus meningkatkan perkembangan
industri keuangan Islam agar dampak yang diberikan semakin besar pada
perekonomian.
No other version available