Text
Laporan Magang : Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Maal Wat Tamwil Ta'awun Finance ( KJKS BMT Tawfin )
Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh variabel makro ekonomi dan
harga barang komoditas terhadap indeks saham syariah dan indeks saham
konvensional di negara Indonesia, Malaysia dan Amerika Serikat. Penelitian ini
menggunakan metode Vector Autoregression - Vector Error Correction
(VAR/VECM). Adapun indeks saham syariah dan konvensional yang akan
digunakan dalam penelitian ini yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Kuala Lumpur Stock Exchange (KLSE),
FTSE Bursa Malaysia Shariah (FBMS), Dow Jones Industrial Average (DJIA)
dan Dow Jones Islamic Market United States Index (DJIMUS). Kemudian,
variabel makro ekonomi yang akan digunakan yaitu variabel nilai tukar mata uang
terhadap dollar Amerika Serikat, suku bunga, tingkat inflasi, Industrial
Production Index (IPI) negara Indonesia, Malaysia dan Amerika Serikat.
Sedangkan variabel harga barang komoditas yang digunakan dalam penelitian ini
adalah emas, nikel, timah, batubara, crude palm oil atau minyak kelapa sawit dan
crude oil WTI atau minyak mentah dunia WTI.
Hasil uji kointegrasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
hubungan kointegrasi antara indeks saham syariah maupun konvensional dengan
kelompok variabel makro ekonomi dan harga barang komoditas. Hasil Impulse
Response Function (IRF) dalam penelitian ini menunjukkan adanya guncangan
dari variabel makro ekonomi dan komoditas direspon beragam oleh keenam
indeks saham syariah maupun indeks saham konvensional. Indeks Dow Jones
Industrial Average (DJIA) merespon negatif terhadap suku bunga Overnight
Policy Rate (OPR) dan BI Rate.
Kontribusi pada variabel suku bunga Fed Fund Rate (FFR) lebih
mendominasi dari Indeks Saham Syariah Indonesia sebesar 46,58%. Menurut
hasil uji Forecast Error Variance Decomposition (FEVD) dalam penelitian ini,
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan indeks yang lebih
mendominasi dari keenam indeks karena dipengaruhi oleh variabel itu sendiri
lebih besar dari variabel makro ekonomi dan komoditas, sebesar 78,90%.
Sedangkan indeks Dow Jones Islamic Market United States (DJIMUS)
merupakan indeks saham syariah yang lebih mendominasi dari dua indeks syariah
lainnya, karena dipengaruhi oleh variabel itu sendiri lebih besar dari variabel suku
bunga dua negara sebesar 88,54%.
No other version available